Organisasi Rahasia Bilderberg

Organisasi rahasia Bilderberg Group adalah salah satu pemeran dari organisasi-organisasi rahasia yang mengendalikan dunia.

Bilderberg Group telah turut mengendalikan dunia dengan cara mereka sendiri, sama seperti organisasi-organisasi rahasia lainnya yang ikut mengendalikan dunia dalam cara yang tidak wajar. Bilderberg Group tidak begitu berbeda jauh, anggota-anggota mereka terdiri dari orang-orang yang mempunyai pengaruh untuk setidaknya mampu melakukan lobi-lobi ke petinggi-petinggi negara di dunia ketiga. Lebih menakutkannya lagi, beberapa sumber telah mengatakan jika CIA, MI6, KGB dan beberapa dinas intelejen rahasia negara-negara di seluruh dunia telah dikepalai oleh anggota-anggota dari Bilderberg Group yang berarti mereka mempunyai akses ke hampir semua database negara-negara maju di dunia.

Awal Organisasi Bilderberg Group
Pada awalnya, organisasi ini tidak ada unsur untuk mengendalikan dunia sama sekali. Setidaknya itulah yang terjadi pada konferensi pertama di hotel Bilderberg Group awal yang merupakan titik awal dari terbentuknya organisasi rahasia ini. Konferensi pertama mereka berlangsung di Hotel de Bilderberg di Oosterbeek, Belanda pada tanggal 29 sampai 31 Mei 1954. Konferensi awal ini bukanlah merupakan suatu konferensi tingkat tinggi yang resmi, tapi justru jauh sekali dari unsur tidak resmi. Pertemuan itu hanya dihadiri oleh sekitar 130 undangan yang merupakan wakil dari negara-negara maju Eropa dan Amerika, saat itu 1 negara diwakili oleh 2 orang delegasi dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berpengaruh di bidang politik, perbankan, bisnis, militer, maupun media publik. Konferensi awal ini diselenggarakan di bawah pengawasan keamanan yang sangat ketat, sehingga kesan ‘tidak resmi’-nya terlihat begitu samar.

Pertemuan pertama ini diprakarsai oleh beberapa tokoh termasuk Józef Retinger, yang prihatin dengan perkembangan kelompok anti-Amerika di Eropa Barat. Retinger kemudian melobi Pangeran Bernhard dari Belanda yang setuju dengan pendapat Retinger yang dianggap brilian, selanjutnya para tokoh lainnya yang ikut terlibat antara lain adalah perdana menteri Belgia, Paul Van Zeeland, juga direktur utama Unilever Belanda saat itu, Paul Rijkens. Selanjutnya, Pangeran Bernhard menghubungi Walter Bedell Smith yang merupakan direktur CIA saat itu, untuk kemudian meminta keterlibatan Charles Douglas Jackson sebagai penasehat Eisonhower pada saat itu. Pertemuan pertama ini akhirnya mampu mempertemukan 50 delegasi dari 11 negara-negara Eropa, dan 11 negara-negara Amerika.

Pertemuan mereka selanjutnya telah menghasilkan beberapa kekuatan baru dalam tubuh organisasi ini sendiri. Pada tahun 1957, dimana konferensi ini pertama kali diadakan di Amerika, organisasi ini mampu membuat Ford Foundation menyumbangkan $ 30.000. Jumlah ini merupakan suatu jumlah yang sangat luar biasa pada saat itu. Selanjutnya, pertemuan mereka terus berlangsung setiap tahun, terakhir diadakan di Athena pada tahun 2009. Dalam pertemuan di Athena tersebut, seorang wartawan ditangkap hanya karena mendokumentasikan pertemuan tersebut.

Pengaruh Bilderberg Group
Dalam setiap pertemuan mereka, mereka telah mengundang beberapa tokoh yang dianggap sebagai perangkat yang berguna dalam rencana global mereka. Setiap tokoh yang mereka undang khusus, terbukti telah menjadi tokoh-tokoh penting yang ikut menorehkan sejarah penting dunia.

Sebagai contoh, pada tahun 1991 seorang gubernur negara bagian Amerika di Arkansas Bill Clinton diundang untuk menghadiri pertemuan Bilderberg di Baden-Baden, Jerman pada tahun 1991. Dalam pertemuan tersebut, David Rockefeller (salah seorang petinggi Bilderberg Group) mengatakan kepada Clinton jika prioritas utama dari Bilderberg Group adalah NAFTA (North America Free Trade Agreement). Clinton kemudian ditawari posisi presiden dengan tentunya membantu terlaksananya NAFTA sebagai timbal balik dari posisi presiden yang akan dijanjikan.
Hasilnya? Pada pemilu setahun kemudian, sejarah menorehkan nama Bill Clinton sebagai presiden yang terpilih pada pemilu pada tahun 1992. Selama pemerintahannya, dia terkenal sebagai tokoh pemrakarsa NAFTA.

Tokoh lainnya lagi, misalnya, Tony Blair. Ia menghadiri pertemuan Bilderberg pada tahun 1993. Pada bulan Juli 1994 kemudian karirnya melonjak drastis dengan langsung menjadi pemimpin partai. Pada bulan Mei 1997 kemudian, sejarah memorehkan namanya sebagai salah satu perdana menteri yang telah ikut ambil bagian dalam sejarah pemerintahan dunia.

Bilderberg Group memang telah melebarkan sayap pengaruhnya di dua sisi dari lautan Atlantik. Uni Eropa, Perjanjian Roma, mata uang tunggal Eropa (Euro), akhir Perang Dingin, NAFTA, Brady Plan (Presiden Ronald Reagan menyediakan 50 miliar dollar AS untuk negara-negara dunia ketiga dan komunis) dan dipecatnya Margaret Thatcher dari kursi Perdana Menteri Inggris karena menolak dibentuknya Uni Eropa adalah contoh kecil dari sederet kuasa Bilderberg Group ini. Bilderberg Group telah melebarkan kerajaan sayapnya di dua sisi lautan Atlantik. Organisasi mereka samar, rapi, dan bersih, kekuatan organisasi mereka mampu menggalang dukungan dari berbagai petinggi-petinggi dunia ketiga.

Konspirasi Tingkat Tinggi
Organisasi Bilderberg Group benar-benar rahasia. Setiap rapat dilaksanakan dengan begitu tertutup, dan tidak boleh ada dokumentasi. Mereka terlalu tertutup untuk didokumentasikan meskipun hanya dari luar gedung. Karena kerahasiaan yang sangat ketat inilah Bilderberg Group dituduh telah diam-diam sedang menyusun skenario untuk menguasai dunia dan membuat satu tatanan dunia baru (new world order). Kritik tersebut juga dilntarkan secara terang-terangan oleh John Birch Society, seorang penulis Kanada, Daniel Estulin (ia menghabiskan 15 tahun dari hidupnya untuk mengumpulkan informasi dari Bilderberg Group), penulis Inggris, David Icke, seorang jurnalis Amerika, Jim Tucker dan seorang penyiar radio, Alex Jones.

Satu Penguasa Tunggal Dunia
Dalam Alkitab sendiri, munculnya suatu tatanan dunia baru dengan satu penguasa tunggal dunia, dikatakan sebagai salah satu tanda akhir zaman.

Anggota Bilderberg
Berikut ini adalah nama para tokoh elit atau yang pernah menghadiri rapat dari Bilderberg Group:
David Rockefeller, Henry Kissinger, Lloyd Bentsen, Helmut Kohl, Prince Charles, Prince Juan Carlos I of Spain, Queen Beatrix of the Netherlands, Katharine Graham, Alice Rivlin, Gerald Ford, Bill and Hillary Clinton, Dan Quayle, Donald Rumsfeld, Colin L. Powell, John Edwards, Bill Bradley, Bill Richardson, Christopher Dodd, Dianne Feinstein, Kathleen Sebelius, Alexander Haig, Ralph E. Reed, George Stephanopoulos, William J McDonough (mantan president dari the Federal Reserve Bank of New York), U.S. Treasury Secretary Timothy F. Geithner, George Soros, Paul Volcker & Alan Greenspan (mantan Chairman dari the Federal Reserve), Federal Reserve Chairman Ben Bernanke, World Bank president Robert Zoellick, H. J. Heinz II (CEO of H. J. Heinz Company), Peter A. Thiel (Co-Founder, PayPal), Eric E. Schmidt (Chairman dan Chief Executive Officer, Google), Lloyd Blankfein (CEO of Goldman Sachs), Rupert Murdoch, Donald E. Graham (Chairman dari the Board of The Washington Post Company), William F. Buckley, Jr. (pendiri National Review and former host of Firing Line), Peter Jennings, George Will, Lesley Stahl, Bill D. Moyers, dan banyak lagi. (http://www.jeremiahproject.com/newworldorder/nworder04.html)

Advertisements